[AB] Web Side Banner - Blog RG

20 Contoh Teks Ceramah Ramadhan Singkat, Lucu & Menyentuh Hati | Bahasa Indonesia Kelas 11

contoh teks ceramah ramadhan

Butuh ide untuk mengisi ceramah saat shalat Tarawih nanti? Yuk, baca contoh teks ceramah Ramadan singkat yang lucu dan menyentuh hati di artikel Bahasa Indonesia kelas 11 ini!

— 

 

Butuh referensi contoh teks ceramah Ramadhan? Di bulan suci ini, kamu pasti banyak mendengarkan ceramah di berbagai kesempatan, seperti saat salat Tarawih, kuliah subuh, atau kultum menjelang berbuka puasa.

Agar audiens bisa lebih mudah memahami isi ceramah dan nggak cepat bosan, teks ceramah yang dibuat harus menarik, lucu, dan menyentuh hati. Selain itu, teks ceramah juga tidak boleh terlalu panjang karena akan membuat audiens bosan dan kehilangan fokus. Langsung aja yuk, lihat beberapa contoh teks ceramah singkat Ramadhan berbagai macam tema di bawah ini.

Teks ceramah adalah teks yang berisi pemberitahuan atau penyampaian suatu informasi, bisa berupa ilmu pengetahuan maupun informasi umum lainnya. Teks ceramah akan disampaikan di depan orang banyak oleh pakar atau orang yang menguasai di bidangnya, baik secara langsung maupun melalui media elektronik dan digital.

Teks ceramah umumnya berisi pidato ajaran agama berupa nasihat, petuah, petunjuk, ataupun kisah-kisah. Di bulan suci Ramadhan ini, topik teks ceramah bisa berupa pesan-pesan seputar puasa, zakat, hari raya, dan sebagainya.

Nah, berikut ini telah disajikan beberapa contoh teks ceramah Ramadhan singkat dalam berbagai tema, mulai dari lucu, inspiratif, hingga menyentuh hati. Bisa digunakan sebagai referensi, ya!

 

1. Contoh Teks Ceramah tentang Makna Ramadhan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hadirin yang saya hormati,

Puasa Ramadhan adalah waktu kita mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT. Sebab, kita menahan lapar, haus, dan nafsu dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Bahkan, berpuasa di bulan Ramadhan karena iman, dosa-dosa yang lalu akan diampuni Allah SWT.

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Iman adalah intan paling mahal, mutiara paling berharga, tidak lain yang menyebabkan kita gembira menyambut datangnya Ramadhan untuk melakukan pendekatan yang intensif kepada Allah.

Nilai iman diibaratkan seperti, apabila di tangan kanan saudara ada berlian yang harganya Rp 1 miliar, sementara di tangan kita saudara ada rumput seikat.

Kemudian, berlian dan rumput ini ditaruh di depan sapi, kira-kira sapi pilih yang mana, berlian atau rumput? Rumput, karena sapi tidak mengerti nilai berlian seperti apa. Kalau sapi sedikit saja mau menggunakan otaknya, niscaya akan diambil berliannya.

Maka kata Imam Ali, orang yang hidupnya hanya untuk melayani perut adalah? … (sapi), Saudara yang ngomong ya, tanggung jawab, saya kan cuma mulai, kenapa diterusin?

Hadirin yang saya hormati,

Jaga iman baik-baik, wariskan kepada anak-anak kita semua, mereka harapan kita semua, mereka masa depan Indonesia, akan bagaimana Republik Indonesia? Bahkan akan bagaimana Islam di Republik Indonesia yang akan datang? 10, 20, 30 tahun yang akan datang anak-anak kitalah jawabannya.

Mereka mau jadi apa pun persilahkan, asalkan iman merupakan landasan hidupnya. Anak-anak kita boleh jadi jenderal, asal jenderal berlandaskan iman, boleh jadi pejabat tapi pejabat beriman.

Jadi pengusaha besar, pengusaha beriman. Kalau iman landasannya, aman. Kalau jadi pengusaha, pengusaha beriman insya Allah rezekinya akan lancar, timbangannya tidak curang, masyarakat tenang.

Sebaliknya kalau berlian itu saya bawa ke pasar, kemudian saya jual dengan harga Rp 3 juta lalu dibelikan rumput, maka kira-kira akan dapat rumput se-kabupaten hanya untuk sapi. Sapi tahunya cuma rumput, kenapa? hidup sapi hanya melayani perut.

Jadi petani, petani beriman insya Allah tidak menggunakan tanah yang bukan miliknya. Jadi pedagang, pedagang yang beriman. Jadi maling? …  Tolong dipikirkan lagi kalau ini.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga: Pengertian Teks Ceramah, Unsur, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya

 

2. Contoh Teks Ceramah Ramadhan, Bulan Penuh Keberkahan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan luar biasa untuk kembali bertemu dengan bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam di dunia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan ini bukan sekadar bulan biasa, tetapi bulan yang di dalamnya terdapat rahmat, maghfirah (ampunan), dan pembebasan dari api neraka.

Saudara-saudaraku sekalian, marilah kita renungkan sejenak betapa banyak orang di sekitar kita yang tahun lalu masih bisa merasakan nikmatnya beribadah di bulan Ramadhan, namun kini telah tiada. Maka dari itu, jika Allah masih memberi kita umur dan kesehatan untuk menjalani ibadah puasa kali ini, hendaknya kita bersyukur dengan cara memaksimalkan setiap detik dari bulan yang mulia ini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Betapa besar karunia yang Allah berikan kepada kita di bulan Ramadhan ini. Ibadah yang kita lakukan di bulan ini memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Setiap amalan baik yang kita kerjakan akan dicatat dengan ganjaran yang berkali-kali lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, mari kita gunakan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta memperkuat hubungan kita dengan Allah.

Namun, saudara-saudaraku sekalian, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa yang sejati adalah puasa yang juga menahan diri dari segala sesuatu yang dapat merusak ibadah kita. Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam sabdanya:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, mari kita jaga lisan kita dari berkata kasar dan ghibah, kita jaga hati kita dari sifat iri dan dengki, serta kita jaga anggota tubuh kita dari perbuatan maksiat. Karena hakikat puasa bukan hanya tentang menahan makan dan minum, tetapi juga tentang bagaimana kita membersihkan hati dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah.

Selain itu, Ramadhan juga merupakan bulan untuk berbagi. Di bulan ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan menebarkan kebaikan kepada siapa saja yang membutuhkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

Betapa besarnya keutamaan berbagi di bulan Ramadhan ini. Maka, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk meningkatkan kepedulian sosial kita terhadap sesama. Mari kita sisihkan sebagian rezeki kita untuk orang-orang yang kurang beruntung, baik itu dalam bentuk makanan berbuka, pakaian, maupun bantuan lainnya.

Semoga Ramadhan kali ini dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki diri, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa makna. Jadikan bulan ini sebagai ajang introspeksi dan perbaikan diri agar kita menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan usai.

Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini dan menjadikan kita insan yang lebih bertakwa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

3. Contoh Teks Ceramah Ramadhan tentang Kesabaran

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salah satu nama Ramadan adalah bulan kesabaran. Mengapa disebut bulan kesabaran? Karena ibadah utama di bulan ini adalah puasa dan puasa adalah separuh kesabaran.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa itu separuh kesabaran” (HR. Tirmidzi)

Menahan diri inilah bagian dari pendidikan kesabaran yang Allah canangkan melalui puasa dan Allah telah menyediakan banyak keutamaan untuk orang-orang yang sabar.

Bahwa ulama mengkategorikan kesabaran pada tiga hal:

  • Sabar terhadap nikmat, sebagai contoh ketika seorang mendapatkan nikmat berupa jabatan, ia harus bersyukur dan bersabar pula dalam menjalankankan jabatannya, sehingga jika ada yang mengajaknya bermaksiat, ia akan mampu menolaknya.
  • Sabar terhadap Musibah, yaitu saat seseorang mendapatkan kesulitan lalu ia pasrah tanpa berusaha menghilangkan kesulitan itu atau mencari solusinya dikatakan sabar.
  • Sabar terhadap Ibadah. Salat, Puasa, Zakat adalah implementasi kesabaran kita untuk taat kepada Allah.

 

Maka barangsiapa yang mampu menjadikan dirinya sebagai orang yang sabar, Allah berjanji dan memberikan hadiah yaitu akan diliputi dan dinaungi Allah SWT dengan rahmat, perlindungan, pertolongan, dan rida-Nya.

Semoga di bulan Ramadan yang juga dikenal sebagai bulan kesabaran ini kita mampu melatih kesabaran kita dan dikuatkan kesabaran kita oleh Allah SWT.

 

4. Contoh Teks Ceramah Ramadhan tentang Menjadi Diri Lebih Baik

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang penuh dengan ampunan, keberkahan, dan kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang hijrah, perubahan menuju kebaikan. Inilah waktu terbaik untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik.

Saudara-saudaraku sekalian, kita semua pasti ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahun kita harus berusaha untuk terus meningkatkan kualitas diri. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang yang paling baik adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin.”

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan seorang Muslim. Dan tidak ada momen yang lebih tepat untuk melakukan perubahan selain di bulan Ramadhan, ketika Allah membuka pintu rahmat-Nya selebar-lebarnya.

Maka, marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai titik balik dalam hidup kita. Jika sebelumnya kita sering menunda-nunda sholat, mari kita mulai menunaikannya tepat waktu. Jika sebelumnya kita jarang membaca Al-Qur’an, mari kita usahakan untuk membacanya setiap hari. Jika dulu sering berkata kasar dan menyakiti orang lain, mari kita perbaiki cara berbicara kita agar lebih lembut dan penuh kasih sayang. Jika sebelumnya kita jarang bersedekah, mari kita mulai berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Ramadhan adalah bulan perubahan, maka jangan sampai kita melewatinya tanpa ada perbaikan dalam diri kita.

Saudara-saudaraku, hijrah menuju kebaikan bukanlah sesuatu yang harus dilakukan secara drastis dan instan. Perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil tetapi dilakukan secara konsisten. Sebagaimana pepatah mengatakan, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Perubahan kecil yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini, jika terus dipertahankan setelah Ramadhan, akan menjadi kebiasaan baik yang melekat dalam diri kita.

Selain itu, mari kita manfaatkan bulan ini untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama manusia. Mari kita tingkatkan doa, dzikir, dan istighfar agar hati kita semakin dekat dengan-Nya. Mari kita juga saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menjauhkan diri dari sifat iri, dengki, serta kebencian. Ramadhan mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

Jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak perubahan dalam diri kita. Jika kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik, inilah saatnya. Jangan menunda-nunda, karena kita tidak tahu apakah kita masih akan bertemu dengan Ramadhan di tahun berikutnya.

Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan Ramadhan kali ini sebagai awal dari kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

5. Contoh Teks Ceramah Ramadhan tentang Kesucian Hati

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Bulan ini bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang pembersihan hati dan jiwa. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk merenungi diri, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan.

Saudara-saudaraku sekalian, sering kali kita hanya fokus pada aspek fisik dari puasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum. Namun, esensi sejati dari puasa adalah menjaga hati dan jiwa dari segala keburukan. Apa gunanya menahan lapar dan haus jika hati kita masih penuh dengan iri, dengki, kebencian, dan dendam? Puasa yang sejati adalah puasa yang menyucikan hati dan menjernihkan pikiran.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan buruk.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan adalah saatnya kita melatih diri untuk mengendalikan emosi, menjaga lisan dari kata-kata kasar, serta menjauhkan diri dari kebiasaan buruk seperti menggunjing, berdusta, atau menyakiti orang lain. Mari kita jadikan bulan ini sebagai momen refleksi dan perbaikan diri. Jika sebelumnya kita mudah marah, maka di bulan ini kita belajar lebih sabar. Jika sebelumnya kita sering berkata kasar, maka sekarang kita ubah menjadi kata-kata yang penuh kelembutan dan kasih sayang.

Selain menjaga lisan, Ramadhan juga mengajarkan kita untuk membersihkan hati dari perasaan negatif. Memaafkan adalah salah satu cara terbaik untuk mencapai ketenangan batin. Betapa sering kita merasa sakit hati terhadap orang lain, menyimpan dendam, atau sulit memaafkan kesalahan mereka? Padahal, dengan memaafkan, kita bukan hanya membebaskan orang lain dari kesalahan, tetapi juga membebaskan diri kita sendiri dari beban yang tidak perlu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa jika kita ingin mendapatkan ampunan dari Allah, maka kita juga harus belajar untuk memaafkan orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna, kita semua pernah berbuat salah. Oleh karena itu, mari kita gunakan bulan Ramadhan ini untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan yang retak, dan mempererat silaturahmi.

Selain memaafkan, cara lain untuk membersihkan hati adalah dengan memperbanyak doa dan dzikir. Hati yang sering berdzikir akan menjadi lebih tenang dan jauh dari perasaan gelisah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ketahuilah, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Maka, marilah kita manfaatkan bulan yang penuh berkah ini untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta meminta keteguhan hati agar kita tetap berada di jalan yang lurus. Kita tidak tahu apakah kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Oleh karena itu, mari kita jalani Ramadhan ini dengan sepenuh hati, dengan niat yang tulus, dan dengan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga Ramadhan ini benar-benar membawa kedamaian dan ketenangan dalam hati kita. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, menghapus dosa-dosa kita, dan menjadikan kita insan yang lebih bertakwa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

6. Contoh Teks Ceramah Ramadhan tentang Indahnya Berbagi dan Meraih Keberkahan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali menikmati bulan yang penuh rahmat dan berkah, yaitu bulan Ramadhan. Bulan ini adalah waktu di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan salah satu amalan terbaik yang bisa kita lakukan adalah berbagi dengan sesama.

Berbagi di bulan Ramadhan bukan hanya sebatas memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa empati, mempererat tali persaudaraan, serta melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih dermawan. Ramadhan mengajarkan kita untuk tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga peduli terhadap mereka yang membutuhkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Tirmidzi)

Betapa besar pahala yang dijanjikan bagi orang-orang yang ikhlas berbagi. Bukan hanya orang yang berpuasa yang mendapatkan pahala, tetapi mereka yang memberi makan juga mendapat pahala yang sama, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sendiri. Inilah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa, yang mengajarkan kita bahwa berbagi tidak akan pernah merugikan, justru semakin menambah keberkahan dalam hidup kita.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, ada banyak cara untuk berbagi di bulan yang mulia ini. Kita bisa memulainya dengan hal-hal sederhana, seperti menyediakan takjil di masjid atau di jalan bagi mereka yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba. Kita juga bisa menyisihkan sebagian rezeki kita untuk diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, atau siapa saja yang membutuhkan uluran tangan. Bahkan, berbagi tidak selalu berupa materi—tersenyum dengan tulus, membantu orang lain dengan tenaga dan waktu, serta memberikan doa terbaik untuk saudara-saudara kita juga merupakan bentuk sedekah yang bernilai besar di sisi Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas tidak akan mengurangi harta kita, justru akan dilipatgandakan oleh Allah. Oleh karena itu, jangan pernah takut kekurangan ketika kita bersedekah, karena sejatinya Allah telah menjanjikan balasan yang jauh lebih besar.

Selain mendapatkan pahala, berbagi juga membawa ketenangan dalam hati dan mendekatkan kita kepada Allah. Ketika kita membantu orang lain, kita merasakan kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi. Kita menjadi lebih bersyukur atas apa yang kita miliki, lebih memahami arti kehidupan, dan lebih dekat dengan sesama manusia.

Maka, marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan kesempatan untuk berbuat baik terlewat begitu saja. Jadikan berbagi sebagai kebiasaan, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan berbagi, kita dapat meraih keberkahan, kebahagiaan, dan mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang dermawan serta penuh kasih sayang terhadap sesama.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

7. Contoh Teks Ceramah tentang Memaksimalkan Ibadah di bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya terkandung begitu banyak keutamaan dan pahala yang berlipat ganda.

Namun, betapa banyak orang yang menjalani Ramadhan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar mendapatkan berkah dan manfaatnya. Jangan sampai kita menjadi bagian dari mereka yang hanya merasakan lapar dan haus tanpa memperoleh pahala serta kedekatan dengan Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad)

Hadis ini menjadi pengingat bagi kita bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga bagaimana kita meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki akhlak. Jika kita masih mudah marah, suka bergunjing, atau lalai dalam ibadah, maka puasa kita bisa kehilangan nilai spiritualnya. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya agar tidak berlalu dengan sia-sia.

Bagaimana agar Ramadhan kita tidak sia-sia?

1. Menjaga Niat dan Keikhlasan

Segala amal tergantung pada niatnya. Jika niat kita hanya sebatas menjalankan puasa sebagai rutinitas tahunan tanpa ada kesungguhan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka besar kemungkinan kita tidak akan merasakan keberkahan Ramadhan. Mari kita luruskan niat dan jalani ibadah ini dengan penuh keikhlasan.

2. Meningkatkan Kualitas Shalat

Ramadhan adalah bulan di mana kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah melalui shalat. Jangan hanya berpuasa, tetapi juga perbanyak shalat sunnah seperti shalat tarawih dan tahajud. Jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki kekhusyukan dalam shalat.

3. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Jangan sia-siakan waktu kita di bulan Ramadhan dengan hal yang tidak bermanfaat. Perbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya di bulan ini, maka jangan ragu untuk memohon kepada-Nya.

4. Menjaga Lisan dan Perbuatan

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala keburukan. Hindari perkataan kasar, fitnah, dan ghibah. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa jika seseorang mencaci kita, maka kita cukup mengatakan, “Aku sedang berpuasa.” Artinya, kita diajarkan untuk bersabar dan menjaga diri dari segala hal yang bisa mengurangi pahala puasa.

5. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi

Ramadhan adalah bulan berbagi. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sekecil apa pun sedekah yang kita berikan, Allah akan melipatgandakannya.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Ramadhan bukanlah sekadar ritual tahunan, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang seharusnya membawa perubahan dalam hidup kita. Jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa ada perbaikan dalam diri kita. Jika kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik, maka inilah saatnya. Manfaatkan setiap detik Ramadhan untuk meraih ampunan, keberkahan, dan ridha Allah.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan Ramadhan ini sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

8. Contoh Teks Ceramah tentang Membaca Al-Qur’an

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah bagi kita umat muslim. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan ini adalah membaca Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang sangat mulia dan bermanfaat bagi kita. Selain sebagai amalan yang diharapkan mendatangkan keberkahan, membaca Al-Qur’an juga dapat menjadi sarana untuk mengingatkan diri kita tentang ajaran-ajaran agama Islam, serta mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Salah satu dalil tentang pentingnya membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, yang berbunyi, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Dari ayat ini, bisa dipahami bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia, yang memberikan penjelasan dan pembeda antara yang benar dan yang salah. Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan sangatlah penting, karena kita bisa mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda.

Selain itu, membaca Al-Qur’an juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta membantu kita untuk lebih memahami agama Islam dan meningkatkan kualitas hidup kita.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya, dengan rajin membaca Al-Qur’an dan mengambil manfaat dari setiap ayat yang kita baca. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan pahala yang banyak dari Allah SWT.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

9. Contoh Teks Ceramah tentang Tawa dan Canda dalam Menjalani Ibadah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Para jamaah yang saya hormati, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang puasa yang sering kali dianggap sebagai ibadah yang membosankan dan menyiksa. Namun, sebenarnya puasa tidaklah selalu serius, karena dalam menjalani ibadah ini, kita juga bisa merasakan kebahagiaan dan keceriaan.

Siapa bilang puasa itu serius? Puasa juga bisa lucu dan menghibur, seperti ketika kita menahan lapar dan haus, dan kemudian kita dibuat ngiler dengan aroma masakan yang menggoda. Atau ketika kita ingin tidur siang, tapi perut malah bergoyang-goyang karena suara kereta lewat di depan rumah. Bahkan ketika kita sedang jenuh atau lesu dalam beribadah, kita bisa menghibur diri dengan bercanda atau bersenda gurau dengan teman-teman atau keluarga.

Nah, sebagai bukti bahwa puasa juga bisa lucu dan menghibur, ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila tiba bulan Ramadhan, maka pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Maka seruan (dari Allah SWT) berbunyi: ‘Wahai orang yang beriman, pintu-pintu kebaikan dibukakan untukmu, dan pintu-pintu keburukan ditutup untukmu, dan setan-setan dibelenggu. Dan pada setiap malam Allah memilih orang-orang yang akan diselamatkan dari neraka, lalu Dia berkata: ‘Hilangkanlah dosa-dosa mereka.'”

Lalu, ada seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah akan ada seorang yang selamat dari neraka dengan kebaikan semata?” Maka, Rasulullah SAW menjawab dengan santai, “Ya, akan ada. Dan aku berharap engkau adalah salah satunya.”

Tentunya kita semua ingin selamat dari neraka, namun, tidak ada salahnya jika kita merayakan keceriaan dalam menjalani ibadah puasa ini. Kita bisa bersenang-senang dengan keluarga, teman-teman, atau bahkan sendirian dengan membaca buku, menonton film atau acara favorit, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan lainnya, selama tetap menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

Demikianlah, tadi ceramah singkat dari saya mengenai “Siapa Bilang Puasa Itu Serius? Tawa dan Canda dalam Menjalani Ibadah”. Semoga kita semua bisa menjalani ibadah puasa dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Ceramah Singkat beserta Strukturnya

 

10. Contoh Teks Ceramah tentang Pola Hidup selama Ramadhan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Saudara-saudara yang dirahmati Allah SWT, pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk lebih memperhatikan pola makan kita selama bulan suci Ramadhan, terutama dalam hal mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 195:

وَلَا تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Mengonsumsi makanan yang berlebihan, terutama yang tinggi gula dan lemak, dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita. Selain itu, terlalu banyak ngemil juga dapat mengganggu ibadah puasa kita karena membuat kita merasa kenyang dan tidak semangat untuk beribadah.

Sebagai umat Muslim, kita seharusnya memperhatikan asupan makanan kita selama bulan suci Ramadhan. Kita dapat mengganti camilan yang tinggi gula dan lemak dengan buah-buahan segar dan makanan yang lebih sehat, seperti sayuran dan protein rendah lemak.

Dengan memperhatikan pola makan kita selama bulan suci Ramadhan, kita dapat meraih manfaat kesehatan yang luar biasa dan menjadikan ibadah puasa sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan spiritual kita.

Saudara-saudara, mari kita jadikan pola makan yang sehat sebagai bagian dari ibadah puasa kita selama bulan suci Ramadhan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita selama beribadah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

11. Contoh Teks Ceramah Ramadhan tentang Kebaikan Berinfaq

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim.

Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berinfak dan bersedekah. Dalam Islam, berinfak dan bersedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan, karena dapat membantu sesama dan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT.

Dalam berinfak, tidak harus dengan jumlah yang besar, tetapi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan atau memberikan sedikit uang kepada fakir miskin.

Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk lebih banyak berinfak dan bersedekah, dengan penuh keikhlasan dan rasa kasih sayang kepada sesama. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita keberkahan dalam segala hal yang kita lakukan. Aamiin.

 

12. Contoh Teks Ceramah tentang Menjaga Perilaku Selama Ramadhan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo sahabat-sahabatku yang baik hati! Sudahkah kalian merasa istimewa di bulan Ramadhan ini? Ya, memang benar bahwa bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan yang tidak dapat kita temukan di bulan-bulan lainnya. Namun, tahukah kalian bahwa taqwa juga merupakan salah satu keistimewaan yang sangat penting dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan?

Taqwa adalah sikap hati yang selalu ingat pada kehadiran Allah dalam setiap langkah dan tindakan yang kita lakukan. Selain itu, taqwa juga mengajarkan kita untuk selalu menjaga kebersihan hati dan perilaku kita. Karena itu, selama bulan Ramadhan, kita harus berusaha untuk menjadi orang yang lebih taqwa.

Sebagaimana yang Allah SWT katakan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan bahwa orang yang paling istimewa di antara manusia adalah orang yang paling taqwa. Oleh karena itu, selama bulan Ramadhan ini, mari kita berusaha untuk menjadi orang yang lebih istimewa dengan meningkatkan taqwa kita.

Namun, selain meningkatkan taqwa, kita juga harus menjaga kebersihan hati dan perilaku kita selama bulan Ramadhan. Kita tidak boleh hanya berpuasa dari makan dan minum saja, tetapi juga dari segala bentuk perilaku yang tidak baik. Kita harus berusaha untuk menjadi orang yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih tawadhu.

Nah, itulah sedikit pesan dari saya mengenai keistimewaan taqwa dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Mari kita berusaha untuk menjadi orang yang lebih istimewa dengan menjaga taqwa, kebersihan hati, dan perilaku kita. Dan tentu saja, jangan lupa untuk tetap bersenang-senang selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: Nuzulul Qur’an, Peristiwa Turunnya Al-Qur’an pada 17 Ramadhan

 

13. Contoh Teks Ceramah tentang Meningkatkan Kualitas Iman dan Taqwa di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat bertemu dalam suasana yang penuh berkah di bulan Ramadan ini. Seperti yang kita ketahui, bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa di mana setiap amal yang kita lakukan akan diberikan pahala yang berlipat ganda.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita dengan melakukan amal-amal kebaikan seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memperbanyak sedekah. Dengan demikian, kita dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan dan kemampuan untuk dapat beribadah dengan sebaik-baiknya di bulan Ramadan ini. Amin.

 

14. Contoh Teks Ceramah Ramadhan tentang Syukur

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua di bulan suci Ramadhan. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas tentang lapar dan haus yang sebenarnya dapat mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat Tuhan dengan cara yang unik dan lucu.

Kita semua tahu bahwa saat berpuasa, kita akan merasakan lapar dan haus di siang hari. Tapi tahukah kalian, ternyata lapar dan haus dapat membuat kita lebih kreatif dan unik dalam bersyukur atas nikmat Tuhan.

Contohnya, ketika kita merasakan haus yang sangat menggoda, kita akan merasa sangat bersyukur saat kita minum segelas air putih yang segar. Kita bahkan mungkin akan merasa seperti minum air zam-zam yang legendaris. Atau, ketika kita merasakan lapar yang sangat menggoda, kita akan merasa sangat bersyukur saat kita makan makanan yang biasanya tidak kita sukai, seperti sayur-sayuran. Kita bahkan mungkin akan merasa seperti makan makanan bintang lima.

Tentunya, ini semua hanya bercanda. Namun, pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan selama berpuasa dapat mengajarkan kita untuk lebih menghargai nikmat Tuhan yang selalu diberikan kepada kita setiap hari.

Seperti yang telah Allah SWT firmankan dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: “Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Jadi, mari kita jadikan pengalaman lapar dan haus sebagai pelajaran untuk lebih menghargai nikmat Tuhan dan memperkuat rasa syukur kita. Selain itu, jangan lupa untuk tetap menjaga kualitas ibadah kita selama berpuasa.

Sekian ceramah singkat dari saya. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kebahagiaan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

15. Contoh Teks Ceramah tentang Meningkatkan Kualitas Salat di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan keberkahan. Selain sebagai bulan untuk berpuasa, bulan ini juga merupakan bulan yang penuh dengan ibadah, di antaranya adalah sholat tarawih. Sholat tarawih merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan karena pahalanya yang berlipat ganda.

Oleh karena itu, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas sholat kita, baik sholat tarawih maupun sholat fardhu. Kita harus memahami bahwa sholat merupakan tiang agama, dan kita harus memperhatikan kualitas sholat kita agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Semoga di bulan Ramadan ini kita dapat memperbaiki kualitas sholat kita dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Amin.

 

16. Contoh Teks Ceramah Ramadhan tentang Zakat

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat bertemu di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Dalam kesempatan ini, saya ingin membahas tentang salah satu rukun Islam yang sangat penting, yaitu zakat.

Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Zakat berasal dari kata “zakka” yang berarti membersihkan atau menyucikan harta. Dalam Islam, zakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk membantu orang yang membutuhkan, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan harta kita dan meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Dalam Al-Quran, zakat disebutkan berkali-kali dan dianjurkan untuk dikeluarkan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 177,

“Bukanlah berbuat baik itu dengan menghadapkan muka ke arah timur dan barat, akan tetapi benar berbuat baik itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat, kitab dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan) dan orang-orang yang meminta-minta; serta untuk (memerdekakan) hamba sahaya dan (untuk) menegakkan shalat dan memberikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Dari ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa zakat adalah bagian dari kewajiban kita sebagai muslim untuk membantu sesama dan membersihkan harta kita. Namun, zakat bukanlah sekadar memberikan sebagian dari harta kita kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga harus dikeluarkan dengan niat yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT.

Di bulan Ramadan ini, kita dianjurkan untuk meningkatkan amalan zakat kita. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada akhir bulan Ramadan sebagai bentuk syukur atas nikmat berpuasa. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan zakat pada bulan Ramadan ini sebagai sarana untuk meningkatkan keberkahan dan rahmat Allah SWT.

Marilah kita memperbanyak amalan zakat dan sedekah di bulan Ramadan ini, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Semoga amalan zakat kita diterima oleh Allah SWT dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua. Amin.

Sekian ceramah singkat saya tentang zakat di bulan Ramadan. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga: Doa Niat Sahur dan Berbuka Puasa, Kapan Sebaiknya Dibaca?

 

17. Contoh Teks Ceramah tentang Malam Lailatul Qadr

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat bertemu di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Di antara malam-malam di bulan Ramadan, ada satu malam yang memiliki keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar, yaitu Lailatul Qadr.

Lailatul Qadr adalah malam yang sangat diberkahi oleh Allah SWT. Malam ini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

Dari ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa Lailatul Qadr adalah malam yang sangat istimewa dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Kita juga dapat memahami bahwa pada malam ini, malaikat turun ke bumi dan mengatur segala urusan di dunia atas izin Allah SWT.

Di malam Lailatul Qadr, Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk mendapatkan pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berdiri (beribadah) di malam Lailatul Qadr dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memperbanyak ibadah di malam Lailatul Qadr. Beberapa ibadah yang dapat kita lakukan di malam ini antara lain:

  • Membaca Al-Quran
  • Berdoa dan memperbanyak istighfar
  • Mengerjakan shalat malam (tahajud)
  • Berzikir dan memuji Allah SWT
  • Membuat sedekah atau amalan kebaikan lainnya

 

Marilah kita memanfaatkan kesempatan yang Allah SWT berikan di malam Lailatul Qadr ini dengan sebaik-baiknya. Kita harus berusaha untuk mendapatkan keutamaan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah di malam Lailatul Qadr ini dengan tulus dan ikhlas. Amin.

Sekian ceramah singkat saya tentang Lailatul Qadr di bulan Ramadan. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. Terima kasih.

 

18. Contoh Teks Ceramah tentang Itikaf di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat bertemu di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Di antara amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan adalah itikaf.

Itikaf adalah ibadah di mana seseorang mengisolasi dirinya dalam sebuah masjid untuk beberapa hari, biasanya selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Selama masa itikaf, seseorang fokus pada ibadah dan memperbanyak amalan kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 187, “Dan janganlah kamu mencampuri istri-istri kamu pada waktu kamu beri’tikaf di masjid.” Dari ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa itikaf adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Selama masa itikaf, kita dapat memperbanyak ibadah seperti shalat, membaca Al-Quran, berzikir, dan melakukan amalan kebaikan lainnya. Selain itu, kita juga dapat memperbaiki diri dan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beri’tikaf di masjidku selama satu hari, niscaya Allah akan mengalirkan kebahagiaan pada dirinya tiga kali lipat yaitu di saat beri’tikaf, di saat keluar dari beri’tikaf, dan di saat bertemu dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melaksanakan itikaf di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Meskipun tidak semua orang dapat melaksanakan itikaf karena alasan tertentu, kita masih dapat memperbanyak ibadah dan melakukan amalan kebaikan lainnya di bulan Ramadan.

Marilah kita memanfaatkan kesempatan yang Allah SWT berikan di bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Kita harus berusaha untuk mendapatkan keutamaan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah dengan tulus dan ikhlas. Amin.

Sekian ceramah singkat saya tentang itikaf di bulan Ramadan. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. Terima kasih.

 

19. Contoh Teks Ceramah tentang Takbiran

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo sahabat-sahabatku yang baik hati! Sudahkah kalian merasakan semangat dan kegembiraan menjelang Hari Raya Idul Fitri? Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas mengenai fenomena yang terjadi pada malam takbiran dengan judul ceramah “Takbiran itu Berisik tapi Bikin Merinding, Kenapa Ya?”.

Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita simak terlebih dahulu dalil dari Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 27 yang menyatakan, “Dan umat manusia akan berkumpul di hadapan Kami pada hari Kiamat dengan warna-warna yang berbeda-beda. Maka barangsiapa yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan mengatakan, ‘Ambillah kitabku, bacalah!”.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyatakan bahwa pada hari kiamat nanti, setiap manusia akan bertanggung jawab atas amal perbuatannya di dunia. Setiap orang akan mendapatkan kitabnya masing-masing yang berisi catatan baik buruknya amal perbuatannya di dunia.

Kembali ke topik takbiran, mengapa kita merasa berisik tapi merinding saat mendengar suara takbiran? Pertama-tama, tentu saja karena takbiran merupakan bentuk ungkapan syukur kita kepada Allah SWT atas kemenangan kita dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Namun, selain itu, suara takbiran juga membuat kita merinding karena mengingatkan kita akan tanggung jawab kita di hadapan Allah SWT pada hari kiamat nanti. Takbiran merupakan pengingat bagi kita untuk terus berusaha dalam beribadah dan melakukan amal saleh agar kita mendapatkan kitab yang baik di hadapan Allah SWT.

Takbiran juga mengingatkan kita akan kebersamaan dan persaudaraan sebagai umat Islam. Suara takbiran yang meriah dan bergema di seluruh penjuru kota merupakan bentuk kebersamaan dan persatuan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Nah, itulah sedikit pembahasan dari saya mengenai fenomena takbiran yang berisik tapi bikin merinding. Semoga dengan mendengarkan takbiran, kita semakin termotivasi untuk terus beribadah dan melakukan amal saleh. Semoga Hari Raya Idul Fitri kali ini menjadi momen yang menyenangkan dan membawa keberkahan bagi kita semua.

Sekian ceramah singkat saya kali ini. Semoga bermanfaat dan menghibur. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Inspiratif Singkat berdasarkan Strukturnya

 

20. Contoh Teks Ceramah tentang Idul Fitri

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk beribadah dan merayakan hari kemenangan ini, yaitu hari raya Idul Fitri.

Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan, bulan suci yang penuh berkah. Idul Fitri juga menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam karena pada hari ini, kita memperoleh kesempatan untuk meminta maaf dan memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat ikatan persaudaraan.

Namun, sebagai umat Islam, kita harus ingat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang bermaaf-maafan dan merayakan kemenangan, tetapi juga tentang merenungkan dan mengevaluasi diri kita sendiri selama bulan Ramadan. Kita harus mempertanyakan apakah kita telah melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, mengendalikan hawa nafsu, dan memperbanyak amal kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, kita harus memperbanyak ibadah di hari raya Idul Fitri, seperti shalat Idul Fitri, membaca Al-Quran, dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Kita juga harus mempererat hubungan silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sahabat.

Di samping itu, kita juga harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa hari raya Idul Fitri bukan hanya tentang kesenangan dunia semata, tetapi juga tentang persiapan untuk menghadapi hari kiamat kelak. Kita harus berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan selalu berbuat baik kepada sesama.

Oleh karena itu, marilah kita merayakan hari kemenangan ini dengan penuh kegembiraan dan syukur kepada Allah SWT. Mari kita jaga momentum ini dengan memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat ikatan silaturahmi. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk terus beribadah dan berbuat baik kepada sesama. Amin.

Sekian ceramah singkat saya tentang Idul Fitri. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. Terima kasih.

 —

Nah, itulah tadi beberapa contoh teks ceramah Ramadhan singkat dengan tema-tema di bulan Ramadan. Teks mana yang paling menarik menurutmu? Mau belajar lebih lanjut tentang teks ceramah dan melihat contoh-contoh teks lainnya? Langsung aja buka aplikasi ruangbelajar kamu ya!

IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru

Referensi:

Suherli dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Contoh Teks Ceramah [daring]. Tautan: https://kumparan.com/berita-terkini/contoh-teks-ceramah-ramadhan-singkat-dan-lucu-tentang-iman-206Kwt5PPNP/full

Kumpulan ceramah ramadan [daring]. Tautan: https://www.liputan6.com/hot/read/5246325/10-teks-ceramah-ramadhan-singkat-dan-lucu-lengkap-judul-dan-pasti-bikin-senyum

Kenya Swawikanti